Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Rabu, 16 Oktober 2013

Manfaat Ocha, Teh Hijau ala Jepang

Meski upacara minum teh sudah tidak populer lagi di Jepang, teh hijau masih menjadi bagian dari gaya hidup Jepang modern dan menjadi minuman yang paling tepat sambil menikmati kue khas jepang.

Teh hijau merupakan jenis teh yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat Jepang. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika teh hijau hanya disebut "teh" atau "ocha" dalam bahasa Jepang. Produksi teh dan tradisi konsumsi teh dimulai pada zaman Heian, setelah teh dibawa ke Jepang oleh para duta besar kaisar yang dikirim ke Tiongkok pada masa Dinasti Tang. Literatur klasik Nihon Koki yang ditulis tentang Kaisar Saga sangat terkesan dengan teh yang disajikan oleh seorang pendeta bernama Eichu saat ia mengunjungi Provinsi Omi pada tahun 815.

Saat itu, teh masih berupa produk fermentasi setengah matang, mirip dengan teh oolong yang kita kenal sekarang. Teh ini dibuat dengan cara direbus dalam air panas dan hanya dinikmati di beberapa kuil Buddha. Karena teh hanya dinikmati oleh kalangan terbatas, kebiasaan meminumnya tidak pernah menjadi populer. Pada masa Kamakura, pendeta Myoani Eisai dan Dogen menyebarkan ajaran Zen di Jepang dan sekaligus memperkenalkan matcha (bubuk teh hijau) yang mereka bawa dari Tiongkok sebagai obat. Sejak saat itu, berbagai aliran upacara minum teh berkembang dan jumlahnya kini mencapai lebih dari 30 aliran.

Meskipun upacara minum teh kini tidak lagi dilakukan setiap hari, budaya minum ocha, baik sebagai minuman maupun untuk keperluan lain, masih dipraktikkan di masyarakat Jepang. Setidaknya ada beberapa jenis ocha yang populer di Jepang, seperti Matcha, Konacha, Sencha, dan Gyokuro,  Sencha merupakan jenis ocha yang paling umum dikonsumsi oleh orang Jepang, sedangkan Gyokuro merupakan jenis ocha yang paling mahal karena rasanya yang lebih nikmat.

Selain karena keterkaitan dengan budaya masa lalu, ada pula faktor sejarah dan manfaat yang membuat orang Jepang masih setia mengonsumsi ocha hingga kini. Ocha sudah lama dikenal mengandung bahan-bahan yang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Seperti yang dilaporkan Herald Tribune pada awal Agustus lalu, para model kelas dunia mulai kecanduan dengan minuman yang memanjakan mata. Pasalnya, Ocha dapat memberikan efek relaksasi di tengah padatnya pekerjaan sebagai model.

Selain itu, Ocha juga dapat dipadukan dengan madu atau bunga sakura untuk meningkatkan efek relaksasi. Kini, Ocha tidak hanya dikonsumsi sebagai olahan, konsumsi minuman, atau sebagai pelengkap makanan. Banyak kuliner populer lainnya yang diolah dengan Ocha. Matcha, misalnya, pada musim ini kerap digunakan untuk membuat es krim, kue, dan semifreddo yang dipadukan dengan buah atau makanan. Matcha merupakan bubuk daun Ocha yang dulunya kerap digunakan dalam upacara minum teh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar