Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Rabu, 16 Oktober 2013

Mengenal Sejarah Bento, Bekal Nasi Asal Jepang

Sejak tahun 1568 hingga 1600, masyarakat Jepang mulai mengenal gaya hidup makan di luar ruangan. Makanan yang dibawa diletakkan di dalam kotak kayu yang dicat. Kebiasaan ini kemudian dikenal dengan kebiasaan makan dalam upacara minum teh atau hanami. kemudian, pada zaman Edo, antara tahun 1600 hingga 1800, budaya bento semakin populer di kalangan masyarakat Jepang. Kala itu, saat bepergian atau traveling, masyarakat Jepang membawa bekal makan genggam atau kantong bento di punggung. Bento yang dibawa disebut koshibokento. Koshibokento yang umum adalah onigiri. Kala itu, ada pula jenis bento yang disebut dengan Makunouchi bento. Disebut demikian karena bento dibawa untuk menonton pertunjukan Noh dan Kabuki lalu disantap dalam maki atau suasana yang berbeda.

Sedikit demi sedikit, kebiasaan membawa bento pun menyebar. Oleh karena itu, bento sangat digemari oleh para pelajar. Ia pun mulai bersekolah dengan membawa bento. Semenjak tahun 1912 hingga 1926, selama Perang Dunia Pertama, praktik membawa bento dihentikan ketika gerakan sosial melarang makan siang di sekolah. Dipercaya bahwa ini telah menjadi tempat memamerkan kekayaan sehingga menciptakan kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin.

Kemudian, pada tahun 1980-an, bento menjadi populer lagi dan banyak toko telah menjualnya sejak saat itu. Isi bento mulai bervariasi, bukan hanya onigiri. Mereka menawarkan berbagai hidangan bento. Kemudian kita mulai membuat bento dan menghiasnya dengan gajah dan pelangi. Ibu rumah tangga menjadi kreatif dalam hal menyiapkan bento sebagai gantinya. Bento tidak lagi hanya sereal dan lauk dalam kotak, mereka dibentuk seperti binatang, buah-buahan atau karakter kartun yang lucu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar