Minggu, 17 Februari 2013
TERU TERU BOZU
TERU TERU BOZU
adalah boneka yang terbuat dari kain putih/ selembar tisu, kemudian digambari dan digantung di ranting pohon / depan jendela kamar. Ini di percaya sebagai boneka penangkal hujan, sedangkan bila di gantung terbalik dengan kepala di bawah, itu artinya meminta hujan.
Kebiasaan makan orang jepang
0rang jepang makan dengan menggunakan sumpit & mangk0k. Bahkan terkadang untuk makanan yang susah diambil dengan send0kpun mereka masih tetap menggunakan sumpit.
Selain itu, saat mereka makan, mereka tidak duduk dikursi/lesehan tetapi seperti bersimpuh / brlutut & dialasi bantal.
kalau makan sup & makanan berkuah lainnya harus diseruput, terus tidak boleh menuangkan saos di nasi & menggunakan 2 pasang sumpit untuk mengambil 1 lauk.
Selain itu kebiasaan 0rang jepang adalah makan lebih lambat. 0rg jepang diajari untuk menikmati setiap gigitan makanan mereka (makan menggunakan sumpit juga membantu memperlambat kecepatan).
Alasannya makan lebih lambat adalah kunci karena 0tak menbutuhkan waktu selama 20 menit untuk merasa kenyang.
memakai piring kecil. inilah yg juga merupakan fakt0r yang membuat 0rang jepang langsing. Bayangkan saja saat kita menggunakan piring/mangk0k kecil. kita akan lebih mudah untuk meng0ntr0l p0rsi makan kita.
End
MAKANAN SEHARI2 DI JEPANG
A. mskan nasi:
1. nasi:
-nasi putih, nasi merah (sekihan), k0wameshi
-nasi dri beras yg blm dis0s0h
-nasi brcmpur gandum (mugimeshi)
-onigiri
2. nasi brbumbu cuka: sushi, & 0shizushi
3. Bubur (0kayu), bubur dri nasi (zoosui/0jiya)
4. 0chazuke
5. Takik0mig0han (nasi yg dtanak dg sdkit lauk)
6. D0nburi
7. Kakeg0han (nasi yg dtuangi sesuatu): mugit0r0 (gandum yg dtanak & dtuangi parutan umbi yamaimo/nagaimo)
8. m0chi & dang0
B. mkanan brkuah (shirum0n0): sup mis0, sumashijiru (suim0n0)
C. Sashimi:
1. Tataki (pt0ngan ikan yg digarang dengan api besar, matang di bagian luar, mentah di bagian dlm)
2. Tessa (sashimi ikan fugu)
3. Tsuke (sashimi yg drendam dg kcap asin)
D. Tsukem0n0 (syuran yg di asinkan):
1. Takuan
2. Umeb0shi
3. Shibazuke
4. mis0suke (frmentasi dg mis0)
5. Kasuzuke (frmntasi dg ampas sake)
6. nukazuke (frmntasi dg kulit ari beras)
7. Wasabizuke (cmpuran sayur dg pasta wasabi)
E. mie: ud0n, s0bA, soomen
F. nabe: 0den, mizudaki, shabu", sukiyaki
G. mknan g0reng: tempura, satsuma-age, kakiage, karaage
H. mknan pnggang: ikan panggang, teriyaki, yakit0ri, kaBayaki
I. nim0n0: nikujaga, kinpira
J. mknan kukus: chawanmushi, sakamushi (tumis dg sake)
K. nerim0n0: bntUk g0reng"an dari daging ikan yg dihluskan & dtambah tepung
L. Aem0n0: sayur yg diendam saus berbahan cuka/mis0
M. 0hitasi: sayur rebus yg dbumbui dashi
End.
Jumat, 21 September 2012
Kebiasaan sehat orang Jepang yang membuat umur panjang
Kebiasaan sehat orang Jepang yang membuat umur panjang
Menurut statistik, pria dan wanita
Jepang memiliki umur harapan hidup terpanjang di dunia, 86 tahun untuk
wanita dan 79 tahun untuk pria. Statistik umur harapan hidup ini, masih
jauh lebih tinggi daripada negara adidaya Amerika, 80 tahun untuk wanita
dan 75 tahun untuk pria. Bukan hanya itu, organisasi kesehatan dunia,
WHO, menyebutkan bahwa Jepang pun memiliki prestasi kesehatan dengan
memiliki rata-rata umur tertua di mana seseorang bisa hidup sehat tanpa
gangguan kesehatan / disabilitas bermaksa, yaitu 75 tahun. Secara kasar,
data ini bisa dimaknai, bahwa hingga umur 75 tahun, seorang pria atau
wanita Jepang masih bisa beraktivitas dan bekerja dengan sehat tanpa
keluhan sakit. Lebih jauh lagi, negara yang dikenal sangat terobsesi
dengan hidup sehat untuk warganya ini, memiliki angka terendah obesitas
(kegemukan) di dunia, yaitu sekitar 3%. Dan semua itu ternyata bukan
karena faktor genetik tetapi lebih karena negara ini memiliki segudang
kebiasaan sehat yang belum dipunya negara lain.
Kebiasaan sehat bangsa Jepang menurut beberapa sumber adalah sebagai berikut :
Me mo taberu yo (mata pun ikut makan lho..)
Kuliner Jepang dikenal dunia sebagai kuliner yang menyajikan makanan dengan sangat cantik dan mengikuti tata cara yang kadang rumit. Naomi Moriyama, penulis Japanese Women Don’t Get Old or Fat: Secrets of My Mother’s Tokyo Kitchen, mengatakan dalam bukunya, faktor kecantikan makanan inilah yang membuat orang Jepang makan lebih lambat dengan tujuan menikmati kecantikan sajian makanan tersebut. Konsekuensi dari melambatnya proses makan ini adalah tubuh memiliki waktu untuk mencerna dan membuat si empunya tubuh bisa menyadari bahwa tubuhnya sudah kenyang.
I have various carbohydrate
Orang Jepang sangat teliti dalam
menghitung jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh mereka. Karena
ketelitian inilah, mereka sangat selektif dalam menghitung jumlah
karbohidrat ke dalam tubuh. Selain jumlah karbohidrat yang tepat, orang
Jepang juga dikenal memiliki variasi karbohidrat yang luas dalam diet
sehari-harinya. Walaupun sama-sama negara pemakan nasi, sebagian besar
orang Jepang ternyata tidak makan nasi 3 kali sehari seperti orang
Indonesia. Ini terjadi karena adanya pilihan karbohidrat lain yang cukup
banyak dan mudah dijumpai seperti spaghetti, pasta, udon (mie dari beras), soba (mie dari buckle wheat), roti, cereal,
dll. Untuk melengkapi zat gizi yang dikonsumsi, selain karbohidrat,
mereka memastikan bahwa diet mereka adalah diet yang seimbang dengan
sayuran, buah dan ‘daging kurus’ seperti ikan, cumi-cumi, kerang ataupun
udang.
There’s always portion for every food
Sebuah riset menemukan fakta bahwa
manusia cenderung tidak bisa mengukur apa yang mereka makan dan akan
memakan apapun yang disediakan. Dalam hal ini, lagi-lagi Naomi Moriyama
menyebutkan, penyediaan makan ala Jepang yang portion by portion dimulai dari nasi, protein pertama, protein kedua, sayur segar, sayur acar hingga sup miso (miso shiru),
membuat seseorang terlatih untuk menakar makanan dan hanya makan sesuai
dengan porsi yang dibutuhkan. Kerugian penyediaan makanan cara Jepang
hanya satu, cucian piring akan bertambah banyak :).
Veggie delight
Jepang termasuk salah satu negara
yang ‘gila sayur’. Hampir sebagian besar komposisi diet makanan di
Jepang adalah sayur, mulai dari acar sayur, salad hingga tumis sayur.
Hal ini juga bisa dilihat, dibandingkan restoran cepat saji,
restoran-restoran Jepang terkenal selalu identik dengan komposisi
sayuran yang banyak, baik dalam bentuk salad, tumis sayur di teppan, nabe / shabu-shabu maupun tempura sayur.
Lesser cooked, lesser free radical formed
Untuk sebagian besar bangsa yang
memiliki makanan dengan bumbu kaya rempah, makanan Jepang dengan cita
rasa aslinya tidak bisa dibilang enak. Karena orang Jepang sangat
memperhatikan kualitas bahan makanan, sehingga mereka memilih cara
memasak yang sangat minimal untuk mempertahankan cita rasa aslinya.
Sebagian besar bumbu masakan Jepang pun hanya terasa asin (dari shoyu), manis (dari mirin atau tare) dan gurih (dari ekstrak atau ekisu),
dengan cara pengolahan yang relatif sangat sederhana seperti direbus,
dipanggang atau ditumis sebentar. Karena cara memasak yang relatif
sederhana ini, makanan tidak akan melalui proses panjang memasak
sehingga kerusakan yang terjadi maupun radikal bebas yang terbentuk dari
setiap proses memasak akan menjadi sangat minimal, membuat kualitas
makanan terjaga dengan baik. Hal ini juga yang membuat, di Jepang banyak
sekali tipe makanan yang dimakan secara mentah, baik daging (bacon, sushi, sashimi), protein (tamago-gohan/nasi hangat dengan telur mentah) maupun sayuran / kacang-kacangan (nattoo/kedelai yang sudah difermentasi plus telur mentah, salad).
Lovely green tea and zero calorie drink
Kebiasaan sehat orang Jepang lainnya
adalah meminum teh hijau, yang dikenal memiliki aktivitas anti-oksidan
cukup tinggi. Uniknya, walaupun pahit, orang Jepang lebih senang meminum
teh hijau tanpa gula. Selain meminum teh hijau, orang Jepang juga
dikenal sangat senang meminum manis. Namun, minuman manis di Jepang
sangat mengoptimalkan penggunaan pemanis buatan yang relatif aman dan
sangat jarang menggunakan gula meja 100%. Ini membuat sangat mudah
menemukan minuman di Jepang dengan label calorie off ataupun zero calorie.
Move, move, move
Dalam salah satu laporannya di jurnal Preventive Medicine,
Akiko Tamakoshi melaporkan, ada 6 faktor yang melindungi orang Jepang
dari ‘cepat mati’. Salah satu dari faktor tersebut adalah orang Jepang
minimal menghabiskan 1 jam dalam sehari untuk berjalan. Bahkan berjalan
adalah termasuk salah satu ketrampilan survival yang diajarkan
pada anak-anak di Jepang sedari kecil. Anak-anak usia sekolah di Jepang
memang tidak diijinkan diantar jemput ke sekolah, sebaliknya mereka
diwajibkan berjalan kaki dari jarak yang telah ditentukan menuju
sekolah. Dengan kebiasaan yang dilatih sejak kecil ini, maka setiap
orang terbiasa dengan berjalan kaki pada jarak yang jauh. Kemampuan
berjalan ini juga didukung oleh lingkungan, di mana pemerintah
menyediakan daerah pedestrian / daerah pejalan kaki yang sangat terawat
yang membuat pejalan kaki sangat terlindungi. Selain itu, di Jepang
tidak ada moda transportasi kecil seperti mikrolet apalagi ojek,
sehingga untuk mencapai rumah dari stasiun kereta atau terminal bis
terdekat, orang Jepang tidak punya pilihan selain jalan kaki. Dan
ternyata kebiasaan berjalan ini, menurut Mayo Clinic, sangat
baik untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol
baik (HDL), menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan risiko diabetes
melitus tipe 2, menjaga berat badan, dan juga meningkatkan mood dan stamina.
Obesity is a sin
Di Jepang, kurus bukan hanya sekedar
harga yang dibayar untuk pakaian ataupun penerimaan msyarakat, tapi
menjadi kurus adalah wajib. Pemerintah Jepang dikenal memiliki
kepedulian besar dengan kesehatan warganya, mengingat sistem pembiayaan
asuransi yang dianut negara ini. Tujuh puluh persen biaya kesehatan
warga ditanggung oleh negara membuat pemerintah harus bekerja keras
untuk membuat warganya sehat di antaranya dengan menetapkan
undang-undang kesehatan tahun lalu yang isinya, dianjurkan atau bahkan
diwajibkan untuk warga yang berusia 40 tahun ke atas memiliki diameter
pinggang kurang dari 85 sentimeter untuk pria dan 90 sentimeter untuk
wanita. Menurut Profesor Kedokteran di Universitas Tokai, Yoichi Ogushi,
konsumsi kalori yang dimakan orang Jepang belakangan ini sudah jauh
berkurang dibanding 10 tahun yang lalu, salah satunya karena kampanye
sehat yang didengungkan oleh pemerintah secara kontinyu.
One ume boshi a day will make a doctor stay away
Umeboshi (dried ume) atau
buah ume yang dikeringkan adalah buah yang berasal dari genus Prunus
mume dan termasuk jenis acar buah yang paling sering ditemukan dalam
makanan-makanan Jepang seperti onigiri (rice ball), o-bento
(makanan kotak), dll. Terkenal di seantero Jepang dengan dominasi rasa
asin dan asam, buah ume atau acar ume, terutama jenis yang sudah
dibumbui (seasoned), termasuk makanan yang berada dalam kategori wajib
ada dalam salah satu waktu makan orang Jepang, baik diletakkan di tengah
nasi untuk membentuk konfigurasi bendera Jepang, maupun dimakan begitu
saja. Buah yang sering disebut sebagai aprikot Jepang di banyak negara
ini, selain memberikan rasa segar di mulut ternyata juga dikenal
memiliki khasiat kesehatan, antara lain sebagai pembersih mulut,
penyeimbang kadar asam lambung, maupun sebagai antiseptik saluran cerna.
Sehingga di Jepang tidak heran ada pepatah berbunyi one umeboshi a day will make a doctor stay away (satu buah ume sehari akan menjauhkan diri kita dari dokter) sama seperti layaknya orang Amerika atau Eropa mengenal one apple a day will make a doctor stay away
(satu buah Apel sehari akan menjauhkan diri kita dari dokter). Ada
beberapa pusat penelitian yang telah melaporkan khasiat buah ume di
jurnal-jurnal internasional. Universitas Nasional Chonnam, Korea, telah
menemukan bahwa ume (atau dikenal sebagai Maesil di Korea) dapat
mengurangi lesi kulit maupun radang kulit pada dermatitis atopik (radang
kulit atopik). Universitas Wakayama, Jepang, juga mengklaim bahwa
memakan buah ume dapat mengurangi gejala radang lambung kronik karena
infeksi kuman Helicobacter pylori. Lebih jauh lagi, Kagoshima University Graduate School of Medical and Dental Sciences
melaporkan bahwa ekstrak buah ume (MK615), yang sudah dikenal memiliki
efek anti-kanker dan anti-radang, terbukti menghambat pertumbuhan
beberapa jenis bakteri mulut (dari total 500-an jenis) dan juga
berpotensi menghambat pembentukan biofilm oleh Streptococcus mutans, agen penting yang berperan dalam pembentukan karies gigi.
Semoga bermanfaat, salam sehat selalu,
Rahasia Langsing Orang Jepang
Rahasia Langsing Orang Jepang
Umumnya, beras Jepang dimasak dan dimakan tanpa menggunakan
mentega atau minyak, dan disajikan dalam mangkuk kecil setiap makan,
termasuk sarapan.
Intisari-Online.com – Orang Jepang dikenal
memiliki tubuh langsing, umur panjang, dan kualitas hidup yang lebih
baik. Hal ini ternyata dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup mereka
yang dikenal sebagai Diet Jepang. Penelitian menunjukkan, orang Jepang
mengonsumsi berbagai jenis makanan dibandingkan dengan orang Barat.
Orang Jepang mengonsumsi lebih dari 100 jenis makanan setiap minggu,
sementara orang-orang di Barat hanya makan sekitar 30 jenis makanan.
“Sebelumnya orang berpikir, itu semua dipengaruhi oleh gen, tetapi
ketika orang Jepang mengadopsi pola makan gaya Barat, berat badan mereka
akan meningkat pesat,” ujar Naomi Moriyama, penulis buku Japanese Women Don’t Get Old or Fat: Secrets of My Mother’s Tokyo Kitchen, seperti dilansir WebMD.
Laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, orang
Jepang memiliki rata-rata usia hidup sehat dan bebas dari cacat hingga
75 tahun, dan memiliki tingkat obesitas yang rendah.
Ada beberapa gaya Diet Jepang yang bisa kita lakukan untuk membuat
tubuh langsing serta mendapatkan umur panjang. Berikut ini beberapa
contoh yang dimaksud.
- Makanlah dengan mata.
Makanan sehat yang seimbang terdiri atas makanan lezat rendah kalori,
disajikan dengan porsi yang terkontrol sehingga mendorong orang untuk
makan dan menikmati makanan. Orang Jepang makan rata-rata 25 persen
lebih sedikit kalori daripada orang Amerika.
- Disajikan dalam porsi kecil.
Di Jepang, makanan disajikan dalam piring-piring kecil dan mangkuk
yang terpisah sehingga makanan tidak berada dalam satu piring besar.
Orang bisa makan 45 persen lebih banyak dalam porsi lebih besar.
- Orang Jepang lebih memilih beras.
Umumnya, beras Jepang dimasak dan dimakan tanpa menggunakan mentega
atau minyak, dan disajikan dalam mangkuk kecil setiap makan, termasuk
sarapan. Nasi akan membantu mengisi kalori dan meninggalkan sedikit
ruang kosong di perut.
- Secara teratur mengonsumsi sayuran.
Moriyana mengungkapkan, Jepang adalah salah satu negara yang
mencintai sayuran, karena hampir semua jenis makanan di Jepang dicampur
dengan berbagai jenis sayuran. Sebanyak 4 – 5 jenis sayuran dapat
disajikan dalam satu kali makan.
- Lebih memilih ikan daripada daging.
Orang Jepang lebih suka makan ikan daripada daging, mereka jarang
makan daging merah. Ikan yang menjadi favorit mereka yaitu salmon, tuna
segara, mackerel, sarden, dan herring, yang merupakan sumber terbesar
dari asam lemak omega-3 yang baik untuk jantung.
- Makanan penutup sehat.
Hidangan penutup khas Jepang adalah buah yang dikupas lalu dipotong
dengan berbagai variasi, diatur di piring cantik atau secangkir teh
hijau yang kaya antioksidan. Ini berbeda dengan orang-orang Barat yang
lebih memilih es krim atau kue manis.
- Orang Jepang banyak berjalan.
Berjalan atau bersepeda adalah bagian dari kehidupan sehari-hari di
Jepang. Selain itu, peraturan di Jepang tidak memungkinkan lift gedung
itu yang hanya memiliki 4 lantai sehingga memberikan kesempatan lebih
besar bagi warga untuk membakar kalori.
Senin, 27 Agustus 2012
Tentang Aku Kau & Dia
Tentang Aku Kau & Dia
-------------------------
Saat kututup mataku,
Terbersit keinginan untuk bawa kamu,
Jauh kedalam kehidupanku,
Saat kuyakinkan hati ini bahwa kamu mampu,
Bertahan dengan semua keadaanku saat ini,
Selalu ada sesuatu yang memaksa aku berfikir kembali,
Untuk melangkah lebih jauh sampai di Titik ini,
Aku harus menjawab…
Mengapa hatiku sering bimbang,
Jujur…
Dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku katakan,
Aku sayang kamu...
Aku cinta Kamu...
Aku akan selalu rindu padamu,
Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada padamu
Hingga buatlah kamu benci padaku
Karena perasaanku ini
Pada Tggl 27 februari Kita putuskan...
Untuk arungi lautan yg penuh gelombang ini bersama-sama,
Berbekal hati yg terluka, coba abaikan sakitnya,
Penuh harap, gantungkan angan diangkasa,
Walau hampir basah pipi ini dengan air mata tak percaya,
Getir….
Saat kau ucapkan setiap kata,
Yang terbungkus cerita tentang kamu dengan dia…
Tapi sudahlah, aku bisa terima semua itu,
Dan berharap, tak ada lagi cerita,
Yang keluar dari bibirmu tentang masa lalumu itu,
Karna aku masih ingat jelas rasa sakitnya,
Catatan ini adalah Kisahku yang dulu
Dan ini saya buktikan ku tuliskan dengan Puisi
Kisah cerita menggambarkan masa laluku
Saat kututup mataku,
Terbersit keinginan untuk bawa kamu,
Jauh kedalam kehidupanku,
Saat kuyakinkan hati ini bahwa kamu mampu,
Bertahan dengan semua keadaanku saat ini,
Selalu ada sesuatu yang memaksa aku berfikir kembali,
Untuk melangkah lebih jauh sampai di Titik ini,
Aku harus menjawab…
Mengapa hatiku sering bimbang,
Jujur…
Dari dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku katakan,
Aku sayang kamu...
Aku cinta Kamu...
Aku akan selalu rindu padamu,
Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada padamu
Hingga buatlah kamu benci padaku
Karena perasaanku ini
Pada Tggl 27 februari Kita putuskan...
Untuk arungi lautan yg penuh gelombang ini bersama-sama,
Berbekal hati yg terluka, coba abaikan sakitnya,
Penuh harap, gantungkan angan diangkasa,
Walau hampir basah pipi ini dengan air mata tak percaya,
Getir….
Saat kau ucapkan setiap kata,
Yang terbungkus cerita tentang kamu dengan dia…
Tapi sudahlah, aku bisa terima semua itu,
Dan berharap, tak ada lagi cerita,
Yang keluar dari bibirmu tentang masa lalumu itu,
Karna aku masih ingat jelas rasa sakitnya,
Catatan ini adalah Kisahku yang dulu
Dan ini saya buktikan ku tuliskan dengan Puisi
Kisah cerita menggambarkan masa laluku
Mencari Sunyi
Dan kali ini...
Adakah sunyi yang bersuara
Menyelundup untuk sesekali
Adakah sunyi yang bersuara
Menyelundup untuk sesekali
Memanjat naik ke atas jendela
Ternyata tak ada
Hanya terdapat waktu yang mengering
Rapuh akan gelapnya gulita
Dan angin yang sedang berdering
Kemana perginya?
Tak ada tanda-tanda sunyi
Di sini maupun di ujung dunia
Juga pelabuhan pagi
Musim pun semakin menua
Bebatuan mengerdip buta
Menjauhi tempat ini
Dan segera hilang mencari sunyi
Ternyata tak ada
Hanya terdapat waktu yang mengering
Rapuh akan gelapnya gulita
Dan angin yang sedang berdering
Kemana perginya?
Tak ada tanda-tanda sunyi
Di sini maupun di ujung dunia
Juga pelabuhan pagi
Musim pun semakin menua
Bebatuan mengerdip buta
Menjauhi tempat ini
Dan segera hilang mencari sunyi
Langganan:
Postingan (Atom)